Soneta Buat Juwita: Dimamah Dewasa

Saya tidak dapat mengamati Yuval Noah Harari secara laju. Satu, bukunya tebal. Dua, jiwa saya terasa sendat memikirkan ketidakseimbangan dunia yang dipersembahkan. Kadang saya mahu lari dari segalanya. Duduk diam-diam di rumah, baca buku, menonton Juwita dalam-dalam dan bercerita kepadanya tentang pari-pari yang mati menikam diri sendiri. Saya membuka fail baru di komputer riba, menyimpannyaContinue reading “Soneta Buat Juwita: Dimamah Dewasa”